
Hasil untuk "Semak"
Ditemukan 21 hasil (20 artikel, 1 simpul).
Simpul Terkait

Artikel Terkait

Adzan-Idzin-Udzun
Hidup ini sesungguhnya adalah semesta panggilan. Langit mengumandangkan adzan melalui matahari, bulan, bintang, dst. Bumi mengumandangkan adzan melalui gunung, sungai, pepohonan, satwa, tanah, dst. Tubuh mengumandangkan adzan melalui sehat, sakit, dst. Hati mengumandangkan adzan melalui rindu, gelisah, syukur, sabar, penyesalan, dst. Bahkan setiap kehidupan dan kematian adalah adzan yang menyeru manusia agar membaca ayat-ayat Allah […]

Cerita dari Akun Fayakun
Malam itu (30/06/2026) tampak terlihat jelas pancaran bulan begitu terang, tepat kebetulan malam bulan purnama majelis ilmu Maiyah Semesta Lamongan kembali melingkar. Seperti biasanya, majelis diawali dengan Tawashshulan yang dipimpin oleh Mas Oni, kemudian dilanjut dengan pembacaan mukaddimah atau pengantar sekaligus pemantik diskusi. Di edisi 98 ini Semesta mengangkat tema Akun Fayakun. Bang Zali memantik […]

Sinau Membaca Ukuran “Baik”
Robith masih duduk di tempatnya. Di sisi lain, Cak Nawir bersalaman satu per satu, menghampiri beberapa dulur Damar Kedhaton Gresik yang masih menikmati perbincangan santai. Malam itu ia pamit lebih dahulu. Jadwal kerja shift malam sudah menunggunya. Sebelumnya, keduanya baru saja menuntaskan nderes Juz 24. Sebuah tradisi yang terus dirawat oleh dulur-dulur Damar Kedhaton dalam […]

Cerita dari Laku Ajeg
Seperti biasanya, forum dibuka dengan tawashshulan yang dipimpin oleh Mas Oni, tradisi pembukaan forum Maiyah yang lazimnya diawali dengan doa sebagai bentuk penyambung batin antara jamaah yang hadir dengan para pendahulu, sekaligus sebagai ikhtiar spiritual sebelum memasuki forum diskusi. Mas Inan bertindak sebagai moderator. Mukaddimah disampaikan oleh Mas Alvian, yang mengangkat gagasan dasar bahwa menjadi […]

Perbaikan Indonesia Membutuhkan Dual Loop Change
Selasa(30/6), Majelis Ilmu Bangbang Wetan edisi Juni 2026 terlaksana di halaman kampus STIKOSA-AWS, Nginden Jangkungan, Sukolilo, Surabaya. Suasana halaman kampus dihias lampu-lampu berwarna kuning keemasan yang dirangkai menyambung, membuat desain panggung tanpa atap menjadi menarik di pandangan, dan mengandung kesan nyaman duduk santai di halaman. Suasana halaman kampus seirama dengan tema “Husnudzon Menuju Cahaya”, yang […]

Maiyah Sebagai Jalan Pemberadaban
Malam itu jamaah bergantian berdatangan disambut tuan rumah, Gus Ishom. Maiyahan diawali dengan tawasshulan dan sholawat, menyambungkan pikiran dan hati, larut kedalam frekuensi maiyah. Mas Rizal membuka diskusi dengan membaca ulang mukaddimah Utang Peradaban dan mencoba menggali dari pertanyaan mendasar. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan peradaban? Selama ini, ukuran kemajuan sering berhenti pada hal-hal yang […]

Ruwatan
Ruwatan adalah tradisi luhur Jawa yang bertujuan untuk “ruwat” atau membersihkan diri dari sial, bala, dan energi negatif. Melalui prosesi ini masyarakat diajak muhasabah, memperkuat spiritual, dan memohon keberkahan hidup. Tahun ini, ruwatan dikemas secara agung melalui Pagelaran Wayang Murwokolo. Lakon Murwokolo dipercaya memiliki tuah untuk menolak bala dan mendatangkan keselamatan. Pementasan wayang akan dipimpin […]

Ilaa Ahsanil Ahwaal
Siapa yang tidak ingin hidupnya menjadi lebih baik? Kita bekerja agar ekonomi lebih baik demi ketercukupan penghidupan sehari-hari. Kita belajar agar ilmu bertambah, pengetahuan berkembang, pemahaman makin mendalam, wawasan makin luas, serta keterampilan semakin terasah. Kita beribadah agar fondasi iman tak mudah goyah di tengah gonjang-ganjing zaman. Kita berjuang mewujudkan keluarga yang sakinah agar kehidupan […]

Ngatur Catur
Puji Tuhan, Berkah dan Rahmat-Nya selalu menyertai kita. Sholawat dan salam kepada Rasul terakhir Muhammad SAW Alhamdulillah, hingga hari ini kita masih bisa menyaksikan kesempurnaan Tuhan, berupa dunia nyata dan dunia maya. Di era digital sekarang inii, informasi dapat kita akses dengan mudah. Di balik kemudahan akses, ada hal yang terlepas perhatian, bahasa. Penggunaan bahasa […]

Cerita dari Cindeten
Malam itu, langit tampak bersahabat. Angin berembus pelan, menyapa jamaah yang mulai memadati ruang pertemuan. Tidak ada kegaduhan yang berlebihan. Orang-orang datang dengan langkah yang tenang, sebagian berbincang ringan, sebagian lain memilih duduk sembari menikmati suasana. Barangkali, sebelum forum benar-benar dimulai, setiap orang sudah lebih dulu diajak memasuki makna tema malam itu: cindeten. Sebuah kata […]

Cerita dari Menggugah Batin Garuda
Diskusi Maiyah Cirrebes bulan ini diawali dengan menyelami kembali kisah Garuda Menebus Ibu Pertiwi sebagaimana dituturkan Mbah Nun. Kisah itu mengajak kami melihat Garuda bukan sekadar sebagai lambang negara, melainkan sebagai simbol manusia yang rela menjalani laku demi membebaskan ibunya dari perbudakan. Garuda tidak berangkat untuk mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri, tetapi untuk menghadirkan kemerdekaan […]

Hanyakal
“Hanyakal” adalah sebuah kata yang menggambarkan keadaan ketika segala sesuatu terasa tidak lagi berada pada tempatnya. Nilai bertukar dengan kepentingan, amanah berganti ambisi, dan kejujuran sering kali dikalahkan oleh keuntungan. Hanyakal bukan hanya tentang negara yang gaduh, tetapi juga tentang manusia yang mulai kehilangan arah dalam memaknai hidup. Hari ini kita menyaksikan banyak ironi. Korupsi […]

Cerita dari Solah Durmagati
Tembang Pepadhang kembali menggelar edisi Sinau Bareng pada 15 Juni 2026 dengan Tema “Solah Durmagati”. Tema yang mengajak kita semua menelaah tokoh pewayangan Durmagati sebagai cerminan manusia sekarang di tengah arus ketidakpastian informasi dan pendapat. Bertempat di Balai Kesenian Remaja Kendal yang sama seperti sebelumnya, tak menyurutkan antusias jamaah untuk bersinau dan bercengkerama bareng di […]

Assalamualaikum Imam Mahdi
Kita hidup pada masa yang penuh paradoks.Peradaban bergerak begitu cepat, tetapi manusia semakin kehilangan arah.Teknologi berkembang melampaui imajinasi, tetapi kegelisahan tumbuh lebih cepat daripada kemajuan itu sendiri.Informasi tersedia tanpa batas, tetapi kejernihan menjadi barang langka. Manusia mampu menjangkau bulan, menembus ruang angkasa, menciptakan kecerdasan buatan, namun sering gagal memahami dirinya sendiri. Di negeri ini, pembangunan […]

Cindeten
Dalam kakawihan Sunda yang akrab sejak masa kanak-kanak, terdapat lirik sederhana: manuk cingkleung cindeten. Para karuhun tidak sedang berbicara tentang burung semata. Manuk adalah perlambang hati dan pikiran manusia: mudah berpindah, mudah tertarik, mudah terbang ke mana-mana mengikuti apa yang dianggap menarik. Karena itulah muncul satu wejangan: cindeten. Dalam pengertian para leluhur, cindeten bukan sekadar […]

Gunungan Jalěr
Ada istilah yang sering kita dengar sehingga terasa biasa. Ada pula istilah yang jarang terdengar, tetapi dibalik itu tersirat makna yang dalam untuk kita renungi. Salah satunya adalah Gunungan Jalĕr. Sebagian orang mungkin langsung membayangkan gunungan dalam tradisi Jawa. Sebagian lagi mungkin membayangkan sosok laki-laki yang memikul beban kehidupan. Keduanya tidak sepenuhnya keliru. Gunungan adalah […]

Utang Peradaban
Kita sedang sibuk membangun “tugu eksistensi” yang mengatasnamakan kemajuan dan masa depan: jalan, kawasan industri, kecerdasan buatan, dan berbagai macam “masa depan”. Tetapi ada pertanyaan yang mungkin jarang muncul di ruang rapat. Kalau nanti benar jadi emas, siapa yang akan memakainya; manusia yang utuh, atau manusia yang sedang kehilangan dirinya sendiri? Kita hidup di zaman […]

Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil
Saat ini dunia mengalami masa-masa gonjang ganjing. Berita perang menjadi hal yang biasa dan lumrah .Begitu juga Indonesia tak kalah carut marutnya. Dari urusan makan untuk pelajar, rupiah yang mencapai titik terlemah dan ditambah dengan harga BBM yang mulai kelihatan hilalnya akan segera naik. Dengan keadaan tersebut kita yang sekedar rambutan protol ini hanya bisa […]

Tadabbur Tawashshulan
Menandai kebersamaan dalam cinta dan ukhuwah yang terus dijalani, dinikmati, dan disyukuri keberlangsungannya, rutinan Pasebanan edisi 110 di bulan Juni tahun 2026 kali ini menjadi peneguh wujud kebersyukuran bersama atas 9 tahun perjalanan Simpul Maiyah Paseban Majapahit. Kebersyukuran yang tidak ditandai dengan sesuatu yang berlebihan. Tetapi diisi dengan pemaknaan, perenungan, dan penghayatan kembali, atas pusaka […]

Madu Suro
“… Orang Maiyah tidak rendah diri untuk menemukan dirinya tidak berdaya atas sesuatu hal, dan tidak menjadi mungguh menyangka dirinya berdaya atas hal lain. Orang Maiyah tidak memfokuskan pandangan dan gerakannya pada perjalanan dirinya sendiri, melainkan pada Tuhan dan penugasan-Nya…” (Emha Ainun Nadjib, Daur 1 – 18, Hijrah Maiyah) Separuh perjalanan di tahun 2026 telah […]




