Kategori

Mukaddimah

Boboran BabaranMukaddimah

Dalam terminologi Sunda, boboran adalah lebaran. momen pulang, momen membersihkan, momen merenggangkan yang sempat mengeras. Sementara babaran adalah kelahiran. munculnya yang baru, lahirnya sesuatu ke dunia. Dua kata ini seperti berdiri sendiri. Padahal barangkali mereka satu tarikan napas. Apa arti lebaran jika tidak melahirkan apa-apa? Apa arti kembali jika tidak ada yang berubah? Boboran sering […]

24 Maret 2026
Rasa Bersalah: Dusta Mana yang Kau Nikmati?Mukaddimah

Jika sebuah peradaban dibangun tanpa ada rasa bersalah di dalam diri setiap individu dari peradaban tersebut, apa jadinya jika sebuah Bangsa tidak punya rasa bersalah? Apa jadinya jika keluarga, kelompok dan setiap individunya tidak ada rasa bersalah? Apakah peradaban tersebut akan bertahan lebih lama? Apakah jika sebuah hubungan sosial maupun keluarga mampu bertahan jika rasa […]

21 Maret 2026
Mudik ke Fitrah IndonesiaMukaddimah

Momen mudik dalam rangka kembali menemui, berbaur, dan bermesraan dengan keluarga, sahabat, serta tetangga di hari raya Idul Fitri merupakan benih fitrah kesucian. Ia menjadi jalan untuk memperkuat akar persaudaraan, menumbuhkan batang persatuan, memperlebar daun-daun kemesraan, serta menghadirkan bunga-bunga ketenteraman dan kebersahajaan dalam ekosistem kekeluargaan dan kemasyarakatan. Di desa, menjelang Idul Fitri, suasana kebersamaan begitu […]

20 Maret 2026
Aktivasi AyatullahMukaddimah

Dalam momentum apa sebenarnya kita menyadari bahwa Din Al-Islam itu penting? Tentu dalam konteks ini, berislam bukan sekadar merasa paling benar atau “kepedean”, melainkan sebuah sikap. Meskipun Tuhan telah menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama, para pewaris Nabi tak henti-hentinya menyuarakan pesan suci. Sayangnya, kita sering kali masih sibuk mengotak-ngotakkan, melakukan framing, hingga mengalami […]

14 Maret 2026
‘Abdan ‘AbdiyyaMukaddimah

Meneruskan sikap eling lan waspada sebagaimana yang sudah dibahas di edisi sebelumnya, rutinan Pasebanan edisi 107 di bulan Maret 2026 ini akan kembali mengelaborasi pitutur luhur yang ada di buku Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, pada Bagian Pertama, halaman 74-77, dengan tajuk: Alamat Manusia di Semoga dan Mudah-mudahan. Semoga Tadabbur dari Q.S. Al-Baqarah: 216 yang ditulis oleh […]

14 Maret 2026
Ruang KemungkinanMukaddimah

Dalam kehidupan ini, kita tentu tidak pernah lepas dari sebuah dimensi unik bernama “ruang”. Perihal ini memiliki banyak keragaman menurut bentuk, fungsi, serta konteks. Namun, ada sebuah “ruang” yang terasa sangat unik untuk didiskusikan. Ruang ini bernama kemungkinan. Konteks ini merujuk pada sebuah sifat absurditas yang melingkupi ruang kemungkinan tersebut. Mengapa absurd? Karena pada dasarnya […]

12 Maret 2026
Tadarrus ZamanMukaddimah

Dalam Al-Qur’an kita mendengar seruan: wal ‘ashr (demi masa), wad-dhuha (demi waktu dhuha), wal fajr (demi fajar). Waktu tidak pernah netral. Ia adalah ruang tanda-tanda, menyimpan pola, arah, dan peringatan. Seolah-olah mengingatkan: kalau engkau tak mampu membaca waktu, engkau akan tergilas olehnya. Di sinilah manusia diberi keistimewaan dibanding makhluk lain. Kemampuan untuk menyadari, memahami, dan […]

12 Maret 2026
Arkeologi FitrahMukaddimah

Teman-teman, kita sedang berada di pertengahan Ramadlan. Di antara awal puasa yang telah kita lewati, dan Idul Fitri yang sedang kita tuju. Setiap hari selama Ramadlan kita menahan lapar, menahan haus, dan berusaha menahan banyak hal di dalam diri kita. Tapi mungkin ada satu pertanyaan yang jarang benar-benar kita renungkan bersama: sebenarnya kita ini sedang […]

11 Maret 2026
Kepemimpinan SulbiMukaddimah

Jauh sebelum raga menyentuh bumi dan hiruk-pikuk kekuasaan diperdebatkan, setiap jiwa telah menandatangani kontrak purba di alam Sulbi. Sebuah ikrar tauhid di hadapan Sang Maha Cahaya: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Kita menjawab, “Betul, kami menjadi saksi.” Inilah akar kepemimpinan yang sesungguhnya—sebuah amanah untuk memimpin diri sendiri agar tetap setia pada jalur kepulangan. Di tengah krisis […]

11 Maret 2026
Peragian JiwaMukaddimah

Setiap Ramadlan tiba, ada pemandangan yang nyaris berulang. Pusat perbelanjaan akan ramai dipenuhi pengunjung pada pekan terakhir. Diskon ritel modern digelar besar-besaran, bahkan dipromosikan di berbagai platform media sosial. Konten “War Takjil” berseliweran di jagad dunia maya. Agenda buka bersama menumpuk memenuhi catatan kalender, dari yang sederhana hingga yang mewah. Meja makan difoto, antrean pembelian […]

10 Maret 2026
Amal RacingMukaddimah

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-An’am: 32). Demikianlah salah satu pendangan islam tentang kehidupan yang dikutip dari Firman Allah Ta’ala. Terlepas dari apa […]

7 Maret 2026
Upa AngkaraMukaddimah

DI DUNIA ISLAM, hanya di Nusantara (Melayu Asia Tenggara) dimana Bulan Ramadlan disebut juga ‘bulan puasa’. Asalnya dari bahasa Sanskerta, upawasa. Penyebutan bulan ini dalam konstruk linguistik Sanskerta tentu bukan kebetulan kultural belaka, dan bukan pula bentuk sinkretisme. Justru, ia menunjukkan rekam jejak kesinambungan wahyu di umat-umat terdahulu, yang alhamdulillah ditakdirkan bertemu dengan apik di […]

5 Maret 2026
TiwikramaMukaddimah

Dalam kisah Kresna Duta, kita mengenal sebuah peristiwa yang tampak sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan ketegangan batin yang luar biasa. Kresna datang ke Hastinapura bukan sebagai panglima perang, melainkan sebagai utusan damai. Ia berbicara dengan kata-kata yang tertata, dengan niat yang jernih: mencegah perang, menghindari tumpahnya darah di Padang Kurusetra. Namun kita juga tahu, di balik […]

5 Maret 2026
Tirakat Ahsani TaqwimMukaddimah

Setiap Ramadan tiba, kita diwajibkan menjalankan ibadah puasa. Dalam ajaran Islam, kewajiban selalu berkaitan dengan kemampuan, sebagaimana prinsip bahwa Allah tidak membebani di luar kesanggupan hamba-Nya. Puasa dapat dibaca sebagai bentuk pengakuan Tuhan atas kapasitas rasional manusia. Lalu, potensi apa yang sebenarnya sedang diuji melalui kepercayaan itu? Mbah Nun pernah menyampaikan bahwa puasa adalah metode […]

2 Maret 2026
Kode Etik +26Mukaddimah

‎Kadang kita merasa negeri ini baik-baik saja. Masjid ramai, pengajian hidup, doa tidak pernah sepi. Tapi di sisi lain, kita juga sering menyaksikan amanah yang bocor, janji yang ringan diucap tapi berat ditepati, dan ruang digital yang lebih panas daripada ruang tamu kita sendiri. Ada sesuatu yang seperti belum selesai dalam diri kita. Pertanyaannya: apa […]

26 Februari 2026
Irigasi 8 Asnaf: Gerak Pulang Hati PetaniMukaddimah

Tema kali ini menyoroti delapan bilah masyarakat yang berhak atas zakat. Kita coba menelaah lebih dalam makna 8 asnaf ini. Bagaimana 8 asnaf ini dalam kosmologi tani Nusantara—masyarakat yang menumbuhkan bulir padi dengan gotong royong hidup, dan menjadikannya penopang kehidupan sosial. Zakat, yang secara sejarah pun tumbuh dalam masyarakat agraris-perdagangan di Mekkah dan Madinah, lahir […]

26 Februari 2026
Pro-eksistensi IlahiahMukaddimah

Kita hidup di zaman yang sering disebut sebagai era post-truth—istilah yang menggambarkan keadaan ketika opini dan emosi sering lebih dipercaya daripada fakta dan kebenaran. Sesuatu bisa dianggap benar karena banyak yang membagikan (viral/trend). Sebuah kabar terasa sah karena sesuai dengan perasaan. Lalu, di tengah keadaan seperti ini, apakah kebenaran masih dicari, atau hanya dipilih sesuai […]

26 Februari 2026
PamBUKOMukaddimah

Kalau kita puasa, maka buka puasa itu menjadi wajib saat adzan magrib berkumandang. Kita tidak diperbolehkan terus berpuasa meskipun sudah waktu magrib, karena syariatnya ya harus buka. Kalau terus puasa tanpa berbuka, bisa jadi bernafsu puasa namanya. Buka dalam bahasa jawa adalah BUKO. Entah dengan apa bukonya, entah air putih, kurmo, kolak, yang penting membatalkan […]

26 Februari 2026
KeseimbanganMukaddimah

Keseimbangan bukanlah sebuah hasil akhir atau titik henti dan ia tidak pernah hadir secara tiba-tiba, Keseimbangan adalah sebuah garis yang mesti kita perjuangkan dan kita tempuh secara sadar dan terus menerus. Dalam ruang Sinau Bareng dan Taddabbur ini, kita diajak untuk terus mengolah kebenaran subjektif masing-masing agar tidak berhenti disitu saja. Melalui ruang ini kita […]

25 Februari 2026
PancegMukaddimah

Dalam terminologi Sunda, Panceg berarti teteg, ajeg, tee oyag ku kaayaan—tegak, mantap, tidak mudah goyah oleh keadaan. Namun panceg bukan sekadar kaku berdiri. Di dalamnya ada kesadaran, ada ketenangan, ada keteguhan batin yang tidak mudah tercerabut oleh angin zaman. Bulan lalu sempat disentuh tentang taklifi—tentang beban, amanah, dan kapasitas manusia menerima tanggungan hidup. Sekilas saja: […]

25 Februari 2026

Menampilkan 81-100 dari 426

Previous
/ 22
Next
HOME