Kategori

Mukaddimah

Sastra RayyaMukaddimah

Hidup ini laksana universitas. Dalam perjalanannya yang panjang dan berliku, kita menemukan ujian yang kadang menusuk kalbu, serta pelajaran yang seringkali tersembunyi di balik kesunyian malam. Setiap orang memiliki peta perjalanannya masing-masing. Tak jarang kita kehilangan arah dan tersesat di persimpangan yang sunyi, bahkan terperosok dan terjerembab ke dalam lembah kelelahan jiwa. Pada momen-momen genting […]

22 Mei 2026
Menyembelih BaalMukaddimah

Ba’al dalam kisah lama dipahami sebagai berhala. Tapi mungkin yang perlu dipahami, berhala tidak selalu berbentuk patung atau sesuatu yang disembah secara harfiah. Ia bisa hadir dalam hal-hal yang terlihat biasa saja: kekuasaan, nama besar, kekayaan, pujian, bahkan rasa ingin diakui. Sesuatu yang awalnya hanya kita jadikan alat, perlahan berubah menjadi pusat hidup yang terlalu […]

22 Mei 2026
Kado KesetiaanMukaddimah

‎Manusia sering sibuk mencari hadiah untuk orang yang dicintainya. ‎Padahal terkadang, hadiah terbaik bukanlah sesuatu yang dibawa tangan, melainkan sesuatu yang dijaga di dalam hati. ‎Dalam sinau bareng nanti kita mensyukuri menjelang Milad 73 tahun perjalanan Emha Ainun Nadjib, “Mbah Nun”. Tetapi sesungguhnya yang kita rayakan bukan umur biologis seorang manusia. ‎Kita sedang menghormati perjalanan […]

21 Mei 2026
KerisMukaddimah

Kita sedang berdiri di sebuah persimpangan zaman yang bising, di mana manusia modern dipaksa terus berlari demi mengejar eksternalitas: gelar, jabatan, hingga angka di saldo rekening. Gambang Syafaat edisi Mei 2026 mengangkat simfoni refleksi bertajuk KERIS. Sebuah kata bersahaja dari masa lalu, namun menyimpan watak berlapis yang mempedulikan masa lalu, hari ini, dan masa depan. […]

21 Mei 2026
Sadar PerubahanMukaddimah

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ (Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci […]

19 Mei 2026
Cantrik Peradaban (Jalan Istiqomah)Mukaddimah

Dunia hari ini berkembang semakin cepat, manusia dipaksa untuk terus berjalan dan berlari dalam konsep modernitas zaman. Dalam sistem ini, informasi diproduksi dalam jumlah yang tidak terbatas, kita tidak lagi berada dilevel sekedar mencari informasi, tapi kebanjiran informasi. Anthony Giddens mengistilahkan kondisi ini sebagai juggernaut. Pada titik ini manusia tidak lagi menjadi subjek, ia dipaksa […]

19 Mei 2026
Mengenal Lebih Dekat (Sinau Membersamai Perjalanan)Mukaddimah

Sebagaimana umat islam bergembira di bulan rabiul awal, dimana kekasih Alloh, suri tauladan dan rahmat bagi seluruh alam dilahirkan. Bulan dimana Manusia Mulia Muhammad dihadirkan untuk menyempurnakan akhlak. Bulan dimana manusia yang diharap2kan seluruh umat kehadirannya, yang diwujudkan dalam jasad Muhammad. Maka, bolehlah kita, sebagai jamaah maiyah bergembira juga akan bulan dimana jembatan umat kepada […]

16 Mei 2026
Mensyukuri Perulangan Tahun ke-73 Simbah Muhammad Ainun Nadjib dan ke-9 Lumbung BailorahMukaddimah

Menyadari bahwa setiap saat adalah langkah awal. Awal ternyata bukanlah monopoli para bayi. Setiap detik melangkah kita akan selalu ketemu awal. Setiap langkah yang kita lakukan boleh jadi hanyalah sebuah perulangan. Daur! Peradaban manusia sepanjang sejarah ini sesungguhnya adalah peradaban lingkaran. Perulangan terus menerus. Cokro manggilingan! Dan dalam tataran tauhid “Hidup adalah perjalanan melingkar: dariNya […]

15 Mei 2026
Kacantrikan Imaniah AmaliahMukaddimah

Pilihan tema Pasebanan edisi 109 di bulan Mei 2026 ini merujuk tulisan almarhum Mbah Fuad di bagian akhir Pengantar Tadabbur Maiyah Padhangmbulan, hal. 7: Mengapa Tadabbur. Kajian Al-Qur’an di Maiyah Padhangmbulan diarahkan kepada tadabbur karena dinilai sesuai dengan kebutuhan jamaah. Jamaah Maiyah Padhangmbulan sangat heterogen dan sebagian besar awam ilmu-ilmu keagamaan. Oleh karena itu, yang […]

8 Mei 2026
Sewindu Seribu RinduMukaddimah

Angka 8 (wolu) dalam falsafah Jawa dimaknai sebagai keberuntungan dan kebaikan yang tak terputus. Makna itu berkesinambungan dengan logo Tembang Pepadhang: tulisan latin yang menyambung menjadi satu kesatuan, mengibaratkan persaudaraan yang utuh di dalam forum. Maka perayaan 8 tahun Tembang Pepadhang ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan pengingat bahwa kita diikat dalam laku yang sama. […]

8 Mei 2026
Cantrik di Zaman Digital: Menjaga Jeda, Merawat DaurMukaddimah

Apa jadinya seorang cantrik di zaman ketika orang merasa sudah berguru hanya karena menonton potongan video? Ketika keluasan ilmu diringkas menjadi konten, kedalaman nasihat dipadatkan menjadi caption. Tatkala pengalaman panjang seorang guru diiris-penggal menjadi kutipan-kutipan pendek yang mudah dibagikan. Lantas kapan sempat diendapkan? Hari ini, apa saja terasa kian dekat. Ilmu tinggal satu klik. Pengajian […]

7 Mei 2026
Al-Mukhtar Sang TerpilihMukaddimah

Al Mukhtar Thibil Qulub, Terpilih sebagai Penyembuh Hati. Hati yang tersakiti seringkali terasa seperti luka yang tak kunjung sembuh. Tapi, ada satu sosok yang bisa menjadi obat bagi luka itu: Sang Terpilih. Siapa Sang Terpilih itu? Dia bisa jadi teman, keluarga, atau bahkan diri sendiri. Yang pasti, Sang Terpilih adalah sosok yang hadir pada saat […]

6 Mei 2026
CantrikMukaddimah

Gusti… Betapa tuli pendengaran kami! Perkenankan, jika mungkin, di hari nanti kami bisa mendengar tidak dengan telinga kami yang amat terbatas ini, perkenankan juga kami mendengarkan tidak hanya suara-suara, yang amat sering menjebak jiwa dungu ini, tetapi juga mendengarkan apa pun saja: “cahaya, inti warna, sepi” – atau bisikan-Mu yang tiada terperi.—Emha Ainun Nadjib, syair […]

4 Mei 2026
Gung Ruang Gung JatiMukaddimah

Pada dasarnya fitrah manusia selalu berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung pada kebenaran (hanif). Dengan kesadaran atau pikirannya, manusia selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik begitu pun seterusnya. Manusia akan berupaya membuat hidupnya berharga atau bisa dianggap berharga bagi sekelilingnya, mengeksplorasi diri melalui tindakan dan berbagai kegiatan. Sistem kehidupan manusia pun selalu berkembang dari waktu […]

29 April 2026
Hayati MenghayatiMukaddimah

Kata hayati berasal dari akar kata Arab ḥayāt (حياة) yang berarti hidup. Dalam bahasa Indonesia, “hayati” bisa dimaknai sebagai: menghidupkan nilai. Sedangkan “menghayati” ialah bentuk aktif—proses. Kalau “hayati” adalah keadaan, maka “menghayati” adalah jalan menuju keadaan itu. Di tengah derasnya arus zaman yang bergerak cepat, manusia sering kali terjebak pada sekadar menjalani tanpa benar-benar menghayati. […]

27 April 2026
MisleukMukaddimah

Dalam bahasa Sunda, misleuk berarti terpeleset. Salah langkah. Meleset dari arah semula. Bukan jatuh dari tebing. Bukan pula sengaja menyimpang. Tetapi langkah yang keliru karena jalan licin, atau karena kurang waspada. Misleuk itu manusiawi. Yang berjalan pasti berpotensi misleuk. Yang diam saja yang tidak pernah terpeleset. Namun yang sedang dihadapi hari ini bukan sekadar kesalahan […]

25 April 2026
Bunuh Diri dan Lahir KembaliMukaddimah

Kata bunuh diri sering kali mengguncang hati. Ia terdengar keras, menakutkan, bahkan menyesakkan. Yang terbayang adalah keputusasaan, akhir dari segalanya, dan hilangnya harapan. Tetapi pada ruang makna yang sedang kita bangun bersama, bunuh diri, tidak kita pahami sebagai penghentian hidup secara fisik. Melainkan keberanian untuk melawan diri sendiri. Keberanian untuk menatap cermin, lalu dengan jujur […]

25 April 2026
Warasatul MaiyahMukaddimah

Hidup selalu berputar, itulah daur kehidupan. Ada yang datang, ada yang pergi, ada yang melarikan diri, dan ada yang kembali. Ada yang meminta, ada yang memberi; ada yang menuntut, ada yang pasrah. Ada yang saling menguatkan, dan ada pula yang mencoba melemahkan. Manusia diasah oleh kehidupan. Ada yang semakin tajam karena berpikir jernih, ada yang […]

25 April 2026
Sejarah Tandur lan WangsaMukaddimah

Ada satu cara melihat peradaban yang tidak dimulai dari perang, raja, atau teknologi—melainkan dari sesuatu yang lebih sunyi: seteguk air. Maka disampaikanlah kabar dari Allah kepada Nabi Adam AlaihisSalam melalui Malaikat Jibril : “Minumlah air ini, ini adalah air tawar yang halal bagimu. Janganlah engkau mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, dan janganlah engkau menghalalkan […]

24 April 2026
Nandur TapakMukaddimah

Secara harfiah “Nandur Tapak” dapat dimaknai sebagai “Menanam Jejak”. Dalam kearifan lokal Sunda, ungkapan ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan filosofi hidup: setiap langkah manusia hendaknya meninggalkan nilai, manfaat, dan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya. Konsep ini memiliki resonansi yang kuat dengan ajaran Islam, yang menekankan amal saleh, keberlanjutan kebaikan, dan tanggung jawab moral manusia sebagai […]

23 April 2026

Menampilkan 41-60 dari 426

Previous
/ 22
Next
HOME